Kiat Cerdas Mengelola Uang dengan Prinsip Syariah

15/05/2024 | By Amanah Ventura Syariah

Sobat Amanah, tahukah kalian bahwa perekonomian syariah di Indonesia kian bertumbuh. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, Indonesia menempati peringkat global ketiga pada tahun 2024, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada diperingkat keempat. Namun, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk menjadi pusat perekonomian syariah terbesar di dunia. Salah satu tantangannya adalah literasi keuangan syariah yang masih rendah.
Bank Indonesia (BI) telah melakukan survei nasional, yang menyatakan bahwa indeks literasi keuangan syariah pada tahun 2023 sebesar 28,01%. Persentase tersebut meningkat dari tahun 2022, tetapi nilai indeks yang mencerminkan tingkat pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan syariah masih relatif rendah. Meskipun tingkat literasi keuangan syariah masih tergolong rendah, hal ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai keuangan syariah. Banyak orang masih memiliki kesalahpahaman tentang keuangan syariah, sehingga edukasi menjadi kunci untuk membuka pintu menuju potensi besarnya. Oleh karena itu, sebagai langkah awal Anda untuk mencapai kehidupan lebih sejahtera dan berkah, mari kita bahas lebih lengkapnya mengenai cara mengelola keuangan secara syariah.
Sebelum lanjut, kita bahas terlebih dahulu pengelolaan keuangan itu apa sih? Pengelolaan keuangan menurut Certified Financial Planner, Board of Standards, adalah suatu proses mencapai tujuan seseorang melalui manajemen keuangan yang terencana dan sistematis. Sama halnya dengan pengelolaan keuangan pada umumnya, pengelolaan keuangan syariah merupakan suatu proses perencanaan, penganggaran, pencatatan, dan pengendalian keuangan yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam. Bagi seorang Muslim, pentingnya memahami cara mengelola keuangan secara syariah. Kenapa mengelola keuangan menurut Islam itu penting? Yuk pelajari lebih lengkapnya di bawah ini!
Keutamaan Mengelola Uang dengan Cara Islami
Mengelola keuangan dengan prinsip Islam bukan hanya tentang mengatur uang, tetapi juga tentang membangun kebiasaan yang baik dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Berikut ini beberapa alasan mengapa mengelola keuangan dengan prinsip Islam sangatlah penting:

1. Mencapai Ketenangan Hidup dan Kebahagiaan
Islam menganjurkan hidup sederhana dan menghindari gaya hidup konsumtif. Dengan mengikuti prinsip keuangan Islam, kita terhindar dari stres dan kecemasan terkait utang dan masalah keuangan lainnya. Hal ini membawa ketenangan hidup dan kebahagiaan jangka panjang.
2. Membangun Keberkahan dalam Kehidupan
Harta yang diperoleh dan dikelola secara halal dan sesuai syariat Islam mendatangkan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Keberkahan ini dapat berupa kesehatan, kebahagiaan, kelancaran rezeki, dan kemudahan menjalani hidup.
3. Menjalankan Kewajiban Agama
Menunaikan zakat, infaq, dan sedekah merupakan kewajiban umat Islam. Dengan mengelola keuangan secara syariah, kita dapat memastikan menunaikan kewajiban ini dengan mudah dan terencana.
4. Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial
Islam menganjurkan umatnya saling membantu dan berbagi. Mengelola keuangan secara syariah memungkinkan kita menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti melalui zakat, infaq, dan sedekah. Hal ini membantu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial di masyarakat.
5. Mempersiapkan Diri untuk Akhirat
Setiap Muslim akan mempertanggungjawabkan hartanya di hadapan Allah SWT. Mengelola keuangan secara syariah memastikan harta yang kita miliki digunakan dengan cara halal dan diridhoi Allah SWT. Hal ini membantu mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat.
Tips Mengelola Keuangan secara Syariah
Sobat Amanah, perlu diingat bahwa dalam urusan keuangan, Anda memerlukan pengelolaan keuangan agar keuangan Anda dapat digunakan dengan baik. Oleh karena itu, ada beberapa cara mengelola keuangan secara syariah agar tercapai tujuan keuangan dengan cara yang halal dan berkah, yaitu sebagai berikut:
1. Mengalokasikan Dana untuk Zakat, Infaq, dan Sedekah
Zakat merupakan salah satu dari lima rukun islam yang wajib ditunaikan dan memiliki fungsi sebagai penyucian jiwa dan harta. Begitu pula halnya dengan infaq dan sedekah, namun sifatnya sunnah. Fungsi lain dari zakat, infaq, dan sedekah tentunya adalah untuk membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, terutama kepada orang-orang di sekitar kita. Aliran rezeki yang berkah akan terwujud ketika Anda membagi sebagian dari harta yang telah didapatkan kepada saudara yang membutuhkan, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. Ali Imran:92 yang berbunyi: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”
2. Mengelola Utang dengan Bijak
Islam mengajarkan agar umatnya menghindari berutang kecuali dalam keadaan darurat. Meski utang piutang diperbolehkan, Islam memberikan pedoman ketat dalam catatan dan kesaksian untuk menghindari lupa dan kerugian. Sebagai seorang Muslim, melunasi utang harus menjadi prioritas utama. Hindari terjerat dalam utang yang sifatnya konsumtif dan segera susun rencana untuk melunasi utang dengan penuh tanggung jawab.
3. Menyusun Tujuan Keuangan yang Sesuai dengan Ajaran Islam
Penyusunan tujuan keuangan yang sesuai dengan ajaran Islam menjadi kunci untuk menjalani hidup yang bermakna. Prioritaskan tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti menunaikan ibadah haji. Islam mengajarkan umatnya untuk hidup dengan mempertimbangkan kepentingan akhirat, sehingga setiap tujuan keuangan harus sejalan dengan nilai-nilai agama.
4. Menggunakan Produk-produk Keuangan dengan Prinsip Syariah
Pemilihan produk keuangan syariah merupakan langkah bijak dalam mencapai tujuan keuangan. Produk seperti perbankan syariah, asuransi syariah, investasi syariah, dan lain-lain dapat memberikan keuntungan finansial sekaligus mematuhi prinsip-prinsip Islam. Dengan memilih produk keuangan yang sesuai dengan syariah, Anda akan merasakan ketenangan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Kebebasan dari riba dan praktik haram lainnya akan membawa ketentraman jiwa dan keyakinan dalam setiap langkah keuangan Anda.
5. Biasakan Pola Hidup Sederhana dan Tidak Konsumtif
Islam dengan tegas melarang umatnya untuk berperilaku tamak dan serakah. Rasulullah SAW, sebagai teladan bagi seluruh Muslim, menunjukkan contoh nyata dalam menjalani hidup yang sederhana. Beliau senantiasa menggunakan hartanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, tanpa pernah menunjukkan rasa tamak atau serakah. Hidup dengan sederhana, bukan berarti hidup kekurangan. Sederhana berarti bijak dalam mengatur keuangan, membeli apa yang dibutuhkan, dan tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Dengan pola hidup ini, kita akan terhindar dari stres dan kecemasan yang terkait dengan materi.
6. Menyiapkan Dana Darurat
Sama halnya seperti penyusunan rencana keuangan umum, dana darurat tetap merupakan salah satu hal yang wajib Anda penuhi. Selalu ingat untuk menyisihkan sebagian pemasukan untuk dana darurat. Pilihlah lembaga keuangan syariah untuk menempatkan dana darurat ini seperti misalnya tabungan syariah atau melalui bentuk proteksi dan perlindungan lain seperti asuransi syariah. Dalam menjalani kehidupan, kita tidak pernah tahu akan musibah atau bencana yang akan menimpa maka sudah sewajarnya kita selalu berikhtiar dan berusaha untuk melakukan tindakan pencegahan dan berjaga-jaga.
Demikian keutamaan dan tips untuk mengelola keuangan dengan cara syariah, ingatlah bahwa kunci utama dalam pengelolaan keuangan syariah adalah disiplin dan komitmen. Tetapkan tujuan keuangan yang jelas, susun rencana yang matang, dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan syariah untuk mendapatkan panduan dan arahan yang tepat. Percayalah, dengan langkah-langkah yang tepat dan keteguhan hati, Anda dapat mencapai kemandirian finansial yang halal dan berkah. Mari jadikan pengelolaan keuangan syariah sebagai bagian dari gaya hidup Anda dan ciptakan masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Share the Post: